1
Akar Segala Sesuatu: Memperoleh 'Satu' dan Tata Kehidupan Kosmik
PHIL000Lesson 12
00:00

Dalam pelajaran ini, kita akan memasuki dunia yang dalam dari Bab 39 Tao Te Ching. Laozi mengemukakan pandangan kosmik yang menakjubkan:โ€˜Satuโ€™. Di masa periode Musim Semi dan Musim Gugur serta Perang Negara-Negara yang kacau, pemikiran terpecah belah dan pemerintahan runtuh. โ€˜Satuโ€™ bukan hanya awal dari jumlah, tetapi juga merupakan nama konkretnya bagi โ€˜Daoโ€™ dalam dunia fenomena, melambangkankesatuan (Wholeness)dan hubungan batin yang tak terpisahkan.

Langit: BersihLembah: PenuhRaja: TeguhBumi: TenangSegala Sesuatu: HidupSurga: Penuh JiwaSatu

Enam Arah dari Memperoleh 'Satu'

Laozi menyatakan bahwa stabilitas kosmos bukanlah kebetulan, melainkan berasal dari kekuatan integrasi batin:

โ€˜Yang dahulu memperoleh Satu, langit memperoleh Satu menjadi bersih, bumi memperoleh Satu menjadi tenang, surga memperoleh Satu menjadi penuh jiwa, lembah memperoleh Satu menjadi penuh, segala sesuatu memperoleh Satu menjadi hidup, raja memperoleh Satu untuk menjadi dasar ketertiban dunia.โ€™

Keenam dimensi ini membentuk sebuahtata kehidupan yang lestari. Yang sangat penting diperhatikan adalah'Teguh'kata ini. Dalam filsafat politik, jika seorang raja dapat mempertahankan 'Satu' (keutuhan Dao), tidak berubah-ubah kebijakan dan tidak meninggalkan aturan dasar alam, maka ia akan menjadi dasar stabilitas perjalanan sosial (Teguh artinya benar dan standar).

Pengajaran Modern: Titik Keseimbangan Sistem

Bayangkan sebuah sistem ekosistem hutan hujan yang sehatekosistem hutan hujan. Ribuan spesies (segala sesuatu) dapat berkembang karena memiliki mekanisme keseimbangan batin (โ€˜Satuโ€™ sistem). Jika hujan (langit), nutrisi tanah (bumi), atau sungai (lembah) kehilangan mekanisme stabilitas inti ini, seluruh sistem yang makmur akan cepat runtuh. Inilah sebabnya mengapa Laozi menekankan pentingnya 'memperoleh Satu'โ€”fungsi segala sesuatu bergantung pada perlindungan terhadap 'kesatuan'.